Your Average Awkward Person

11903754526_dd153f2a6a_b

hal hal yang tidak pernah saya katakan ke orang tua saya dan juga saudara saudara saya : thx, terima kasih, sorry maaf, i love you, dll

ga tau kenapa, mungkin aneh , dan saya harap ada orang lain yang juga begitu sehingga saya bisa sedikit lega saya tidak sendirian dan ini merupakan hal yang umum.

anehnya  saya juga tidak bisa menjelaskan kenapa saya susah mengatakan kata – kata ini, rasanya terlalu canggung keluar dari mulut. bukannya saya anak durhaka atau bagaimana, saya juga sama seperti semua orang yang mencintai dan menyayangi orang tuanya. cuma saya tidak tahu cara mengekspresikannya atau menggambarkannya lewat kata atau perbuatan. hal hal sering saya lakukan ke mereka terakhir kali adalah mengecewakan. yah, my hobby is dissappointing other people.

yang mengejutkan, hal ini bukan hanya terjadi pada orang tua saya. sekarang saya tinggal dijakarta bersama om dan tante, karena dapat kerjanya di jakarta. waktu hari pertama kerja om dan tanteku memberikan saya dua kemeja yang keren untuk dipakai ngantor. tapi entah kenapa, setelah menerima hadiah tersebut, hal yang lumrah orang lain lakukan tersenyum dan mengucapkan terima kasih. dan yang saya lakukan hanya tersenyum saja. kan aneh dan ga tau diuntung. entah kenapa kata terima kasih seperti tersangkut di leher atau bagaimana.

saya pun menghayalkan skenario yang mestinya terjadi…

“terima kasih bun”

kayak bukan saya saja. hueeeekk. *cringe*

kemudian karena downloadan film saya sudah selesai saya pun kembali nonton film seperti tidak terjadi apa apa

lenjeh mode : ON

Cerita Seram

Waktu itu adalah tahun 2011 dimana kontrakan masih ramai ditinggal dengan teman – teman kuliah. Kontrakanku memang agak luas jika ditempati bertiga saja, sehingga tempat ini biasa dijadikan tempat ngumpul – ngumpul, menginap, dan lain – lain .

Kami semua memiliki kebiasaan pada malam jum’at untuk berkumpul diruangan tengah. Memutar radio siaran yang menceritakan cerita – cerita seram, kemudian mendengarkannya bersama sama.

Kasur dan bantal – bantal yang ada dikamar dipindahkan keruangan tengah agar bisa mendengarkan sambil tiduran. Kalau sudah begini, tidak ada yang berani untuk tidur dikamar. Semuanya pasti akan pindah untuk tidur ke ruangan tengah.

Sebenarnya dikontrakan tidak ada radio, hanya menggunakan Hp nokia os symbian milik teman yang baterainya sudah bengkak, disambungkan dengan kabel charger nokia kecil untuk menjaga HP tetap nyala selama siaran berlangsung, kemudian dihubungkan ke speaker aktif yang speaker kanannya kurang begitu berfungsi dengan baik untuk mengeluarkan suara.

Sekitar jam 11 malam acara radio-pun dimulai. Kami semua mendengarkan dan menyimaknya dengan sangat serius. Hampir tidak ada suara yang dihasilkan saat itu kecuali suara narator penyiar yang berusaha keras untuk mencoba menciptakan suasana seram.

“ini letak seramnya dimana?”

“Ssssttttt…. Dengerin aja!”

“Ga ada seram – seramnya ah.”

Menciptakan suasana seram hanya dengan bermodal suara pasti terasa sulit. Narator butuh ekstra usaha keras untuk memainkan imajinasi kita membayangkan suasana, tempat, tokoh , konflik hanya lewat audio saja. Penggambaran visual akan sangat meringankan beban kerja narator untuk melakukan tugasnya. Tapi media-nya hanya ada radio saja.

Setelah acara habis tak sedikit dari kami yang kecewa dengan cerita yang disajikan. Cerita barusan kebetulan lagi tidak seramnya. Kadang seram kadang tidak. Tapi kebiasaan kita ini masih terus lanjut ke malam – malam jumat setelahnya. Sebenarnya bukan cerita seramnya yang kami tunggu, tapi kebiasaan berkumpul bersama – sama seperti inilah yang diinginkan . kami memang senang berkumpul sambil ngobrol – ngobrol bebas seperti ini apapun acaranya.

“ah gini doang. Kecewa penonton!”

“penonton kecewa?? Kita kan ga nonton. Tapi mendengarkan. Haha”

“oh iya.” Temanku baru sadar.

“ kecewa pendengar!” ralat temanku yang satu lagi sambil tertawa ringan.

Jam baru menunjukkan jam 12 malam. Untuk anak kuliah yang banyak waktu kosong seperti kita ini pasti masih merasa segar bugar. Waktu bersama – sama yang nantinya akan dirindukan dimasa depan ini pasti akan berasa sayang dilewatkan begitu saja. Kami semua belum ada yang ngantuk. Meskipun acara sudah habis tapi masih ingin berkumpul dan semuanya tidak ada ide kegiatan apalagi yang harus dilakukan.

“Ada yang punya film Horror ga?”

“Gw ada di laptop, ga terlalu seram tapi.”

“Atau ada yang mau nonton koleksi film horror ku?”

“Ah, itu sih bukan horror. Gore itu. Isinya darah – darah semua. Ga mau ah”

“Hahahahahaha”..

“atau bagaimana kita sharing cerita horror saja?”

Salah seorang teman, memberi sebuah ide. Sharing cerita horror. Sepertinya seru. Kebetulan kita semua berasal dari daerah yang berbeda – beda. Pasti akan menarik mendengarkan cerita – cerita seram dari daerah tertentu.

Temanku yang berasal dari Bandung, memulai cerita asal usul tentang urband legend dari situ seperti : rumah kentang, rumah gurita, noni belanda, hantu di goa jepang, patung pastor, dan banyak lagi cerita – cerita lainnya yang entah kenapa saya tidak terlalu ingat lagi ceritanya.

Teman – temanku yang berasal dari daerah lain juga tidak ketinggalan ikut sharing cerita seram. Tapi saya tidak terlalu ingat cerita – cerita apa saja yang waktu itu diceritakan. Seingatku diantara semua cerita – cerita itu tidak ada yang pengalaman pribadi. Semuanya pasti tentang pengalaman orang lain, atau cerita tentang asal usul hantu dan sebagainya. Sehingga kami semua pun berkesimpulan bahwa sebenarnya hantu itu tidak ada. Karena selama kita hidup belum pernah mengalami pengalaman mistis diganggu makhluk halus atau semacamnya. Dan mudah-mudahan kedepannya tidak akan pernah terjadi. Kami berusaha sok berfikir seperti orang modern yang tidak mempercayai hal begituan, haha.

“Saya pernah…”

“???”

Temanku sebut saja namanya Komang, yang dari tadi diam saja saat kita semua lagi ribut – ributnya tiba tiba membuka suara untuk pertama kalinya.

“Pernah apa??”

“Ketemu Hantu…. Hantu Pocong!!” jawab Komang dengan nada sok misterius.

“Ceritain lah!”

Kami semua yang dari tadi ribut – ribut, tiba – tiba menjadi tenang mendengarkan cerita teman kita satu ini dengan seksama.

“Udah lama sih, waktu 6 SD, pas pesantren kilat.” Dia lanjut bercerita.

“waktu itu saya juga orangnya tidak percaya dengan hantu – hantuan. Lumayan pemberani lah. Makanya, kalau ada temanku yang tidak berani pergi ke toilet sendirian untuk buang air, pasti minta tolong ke saya untuk menemaninya.”

“Jarak dari ke kamar ke toilet itu sebenarnya dekat. Tapi lampu dilorong dimatikan sehingga suasananya sangat seram.”

“temanku sedang sakit perut, dia minta saya untuk menemani. Sampai ditoilet, saya menunggu di luar karena tidak tahan dengan bau-nya”

Kita semua tertawa sebentar kemudian perlahan redup kembali menjadi tegang. Ekspresi si komang sepertinya serius sekali.

“entah temanku ini habis makan apa, dia di toilet lama banget. Karena sendirian diluar toilet, suasananya sangat gelap, jadinya merinding juga.”

“suasanyanya sangat hening. Tidak ada suara sama sekali, saking heningnya saya bisa mendengarkan detak jantungku sendiri. Saya pun jadi bengong, menatap kosong ke sepanjang lorong. ”

“tiba – tiba ada suara seperti meminta tolong datang ujung lorong yang gelap.”

“Putih – putih, loncat – loncat , awalnya kecil, mendekat – mendekat , semakin besar, semakin dekat, wajah hancur mengerikannya semakin jelas, pokoknya seram banget waktu itu, kaki jadi lemas buat kabur. Tidak bisa bernafas dengan hidung, Cuma bisa lewat mulut, kacau lah, pengen teriak tapi seperti ada yang menahan di tenggorokan”

”tolong – tolong, pocongnya minta tolong lagi dengan lirih, padahal semestinya saya yang meminta tolong karena ketemu pocong. Tanpa sadar, itu pocong sudah sampai berdiri pas didepan hidungku. ”

Cara komang bercerita intens sekali, tanpa sadar saya mencubit guling dengan keras sekali. Yang lain juga sepertinya mendengarkannya dengan sangat serius.

“tooo~`loongg..”

“saya sudah berfikir ajal sudah tiba. Karena pocong.”

“tapi setelah agak tenang sedikit, mencoba sedikit memberanikan diri, mengatur ritme nafas agar lebih stabil, dengan mulut, mulai membiasakan menatap wajah pocong yang seram, si pocong kemudian meminta pertolongan ke saya”

“tolong bukakan ikatan tali pocong saya…. “ si pocong minta tolong

“jika kamu membukakan tali pocong saya, saya akan membiarkanmu selamat”

Suasana menjadi sangat seram.

“trus gimana? Lu tolongin?” tanya temanku satu lagi

“pengennya cari selamat, ya saya buka tali pocongnya.”

“tapi sayangnya….”

“..”

“sesudah saya membukakan tali pocongnya, ada tulisan kecil jelas terbaca di tali nya.”

“..”

“MAAF Anda Belum Beruntung!”

Opini Keren dari Kaskus hmmm…..

Inilah ” tabungan masalah” yg di pendam dari sjk presiden soeharto dst.selama 30 th lbh soeharto ga bikin pondasi ekonomi berbasis pertanian + bbm yg dikelola mafia+ korupsi besar2an hasil tambang masuk rek pribadi.rakyat di nina bobo dgn bbm murah pdhl negara defisit.sebenarnya bisa di tutup dr hasil migas tp krn di korupsi duitnya ga tau kmn.presiden2 setelah soeharto pun sama.mrk ga pny visi.semua masalah ” di pendam” di bawah karpet.ingat, selama 10 th sby pun ga berbuat apapun.cm menunda2 spy masalah ini ga terjadi di masa jabatannya.

Lalu seperti balon masalah makin menggunung di era jokowi.masalah meledak semua.ga bisa lg di tutupi.kl di itung 50 th kita telat membangun negara.skg terasa ancur2an krn emg dr awal ga ada basis ekonomi yg kuat + semua pejabat korupsi seakan takut ga kebagian + sifat org2 kita yg konsumtif.ngaku aja bener kan..coba lihat gadget yg kita pny brp biji?.brp motor n mobil yg kita pny?.lihat kelakuan artis n pejabat n org kaya yg suka pelesir ke ln beli brg branded.beli mobil n motor sport milyaran.apa pantes negara yg byk hutang tp rakyatnya n pejabatnya beli mbl n motor mhl ?.drmn duitnya bisa beli mobil n motor hrg milyaran kl bkn dr korupsi?.

Cb lihat india, pejabatnya pk mobil2 tua produksi sdr.bisa ga kita niru?

Kyknya sulit, kita sdh terbiasa hidup dgn moto : biar tekor asal kesohor

Kl kita mau mengurangi defisit kita stop budaya konsumtif .itu yg bikin rp keok.

Mulai bangun pertanian, infrastruktur dll

Berantas korupsi mulai diri sendiri

Pil pahit ini kita hrs telan bersama akibat kesalahan pemimpin kita di masa lalu.mau ganti2 presiden pun kl dia ga pny visi mlh tbh parah krn situasi politik panas.yg akhirnya merembet ke bawah .bentrokan sipil.justru itu yg di inginkan negara2 tetangga.

Apa mau spt thailand, mesir, irak, yaman, afganistan ?

Apa iya ganti presiden masalah lsg beres ?.lalu ga puas lg ganti presiden lg, ga puas lg ganti lg, sampe kpn?.

Biaya pemilu mhl.akhirnya energi, waktu, uang habis terkuras krn pertikaian politik spt awal orde baru

Mau???

My Song Dedicated to Elaine Hartanto

Dedicated to Elaine Hartanto JKT48
Words & Song By Ane

belajar bikin lagu buat oshi elaine hartanto jkt 48. lagi ada aplikasi mainan baru pake chordlite WKWKWKWKWKWK

ikut2an buat karna  terinspirasi dari fans2 jkt48 yang bikin lagu buat oshi nya..

ane bukan musisi gan jadi jangan terlalu berekspektasi banyak😀..

lagunya tentang wota tim far gitu , yang mulai jenuh ngaidol karena masalah klasik : jarak..
tapi setelah membaca postingan elaine di g+ -nya
post nya yg ini :

akhirnya si wota tim far itupun kembali bersemangat tuk ngidol dan menjadikan elaine hartanto sebagai oshi di gen 3..

liriknya :
di kamar sempit sunyi gelap
tempat dimana aku sekarang membayangkanmu
memikirkan cara agar bisa dianggap.
suaraku.. kepadamu..
apakah kau mendengarkannya?

suara hujan menambah suasana kelam
di depan laptop membaca tulisanmu
caramu berinteraksi dengan pembawaan lembut
semangatku.. untukmu..
apakah kau merasakannya?

ditengah kebosanan menghampiri
mata terpaku dengan tulisanmu yang menyentuh
dengan wajah cerah, senyum mempesona

seolah kuberdelusi, dirimu didepan mengatakannya secara langsung

meskipun jauh kau tetap menganggap kita
seperti bintang yang menghiasi malammu
menerangi langit dan akan selalu menyala
untukmu, aku akan menjadi bintangmu

ku melihat, membaca, dan berhenti sebentar
memberikan sedikit ruang di dada tuk menghela nafas
percumakah dukungan yang selama ini terucap
dukunganku.. kepadamu.. apakah kau merasakannya?

ditengah kebosanan yang menghampiri
mata terpaku dengan tulisanmu yang menyentuh
dengan wajah cerah, senyum mempesona
seolah kuberdelusi, dirimu didepan mengatakannya secara langsung

meskipun jauh kau tetap merasakan kita
langit tak akan indah tanpa bintang
menyinari langit harapan dan juga impianmu
untukmu, aku akan menjadi bintangmu

meskipun jauh kau tetap menganggap kita
layaknya bintang yang menghiasi malammu
menerangi langit dan akan selalu menyala
untukmu aku akan menjadi bintangmu

Di Balik 98 Review

movie-review-di-balik-98-potret-emosi-peristiwa-bersejarah
Motivasi utama menonton film ini adalah Chelsea Islan. Motivasinya terlalu kuat bahkan mampu mengalahkan keinginan awal untuk melihat Benedict Cumberbatch dan Mba Keira di Imitation Game. Trailernya oke, posternya juga mantep, ide ceritanya juga mengangkat tragedi yang benar – benar terjadi di Indonesia. Sehingga ekspektasi saya terhadap film ini bakal keren kayak film Gie. tapi ternyata saya salah dan menyesal, Mestinya nonton film Imitation game aja tadi :p. jangan terlalu berekspektasi tinggi yo.  Langsung Review aja deh

Bercerita tentang Dua pasangan mahasiswa/i (Chelsea Islan dan Boy William)  yang menentang pemerintah dibalik tragedi 98. Jadi ceritanya fiksi ya, bukan film sejarah. ironi-nya dua pasangan tersebut berbeda etnis, lalu si Chelsea mempunyai kakak yang bekerja di dapur istana dan kakak ipar yang berprofesi sebagai tentara. sampai sini sudah bagus building nya, ekspektasi makin naik.

Kemudian ekspektasi dijatuhkan dengan adegan pemulung dan anaknya yang bikin saya bergumam ‘sinetron sekali’. lalu casting tokoh tokoh nyata seperti amin rais, habibie, yudhoyono, suharto, harmoko, wiranto, prabowo, dll yang menurutku kurang bagus. Ditambah cheesy – cheesy linenya waktu si chelsea marah – marah dengan Bang Dony Alamsyah, bikin suasana jadi canggung, bukan intens. Dari sini penyesalan datang, ditengah film kepala udah membayangkan mba Keira beradu akting dengan Benedict.  Tapi untung ada Neng Chelsea Islan mampu menjaga mood tidak terlalu bete. Akting Dony Alamsyah disini juga oke sekali.

Trus meskipun tragedi 98 bukan film sejarah, tapi tetap memberikan edukasi tentang apa yang terjadi dibalik tragedi 98. Soalnya pengetahuanku terhadap kejadian itu benar – benar blank, waktu itu umurku masih 8 tahun dan berlokasi di Makassar jadi tidak terlalu tahu. dan ternyata parah juga ya kejadian tragedi 98 itu. Di film ini juga ada adegan – adegan yang sepertinya  akan membuka luka lama.

Jadi kesimpulan : jangan terlalu berharap banyak dengan film ini. silahkan menikmati saja kecantikan neng islan. adalah beberapa pengambilan gambar juga yang bagus saat kerusuhan.  sehabis film seperti banyak juga yang kecewa seperti saya, dan ada juga yang berkomentar lumayan. tapi kalau dari saya sendiri masih kurang. dramanya kurang intens, masih seperti nonton sinetron. 6.2

/10 lah.

My Current Favorite Playlist

200299942-001just want to sharing my playlist. playlist yang sering kugunakan kalau mau tidur, saat bengong menatap kosong keluar jendela bus sambil berpangku tangan, saat membutuhkan suara background selagi melakukan suatu pekerjaan.

lagu yang tidak menganggu saat lagi fokus mengerjakan sesuatu, meskipun tidak dengarkan dengan seksama tapi masih bisa dinikmati. lagu yang tidak kudefinisikan sebagai lagu bagus, tetapi sebagai lagu yang indah.. haha

My Current Favorite Playlist :

Karen O – The Moon Song

Beatles – Here, There, and Everywhere

Ed Sheerean – Fireflies

Maaya Sakamoto – Gravity

Julie Delpy – A Walts for a Night

SNSD – Day by Day

Benedict Cumberbatch – Can’t Keep it Inside

Frente – Bizzare Love Triangle

Radiohead – Fake Plastic Tree

Sigur Ros – Svefn-g-englar

Yah itulah playlist saya, kalau agan agan punya lagu rekomended yg serupa lagu2 diatas :
vokal yg lembut mengalun seperti lullaby, tidak terlalu banyak vibra, musiknya tidak terlalu berisik tetapi menenangkan, tidak terlalu banyak instrumen, dan melody nya seindah Melody Nurramdhani Laksani,…

silahkan disharing jg.😀😀😀

Handshake Kokoro No Placard

big-banner

“Lebih cepat dari hari dikalender” suara nyanyian yang keluar dari earphone kananku memberi impresi yang cukup kuat dari lirik yang sederhana. Sengaja saya mengenakan earphone sebelah saja agar bisa lebih ‘aware’ dengan keadaan disekitar. Sudah berapa kali kejadian saya menghiraukan panggilan temanku dan bunyi ketukan pintu ketika mengenakan keduanya, menyumbat telinga rapat – rapat kemudian mengubahku menjadi orang yang introvert dan anti – sosial.

Saya-pun mengambil kalender diatas tv. kalender kecil biasa, hadiah dari salah satu bank swasta. Kalender ini bisa dibilang adalah kalender wota, selain mengingatkan hari – hari tanggal merah libur nasional pada umumnya, saya juga biasa menandakan tanggal tanggal event – event apa saja yang ada JKT48 nya.

Terlihat ada beberapa coretan pulpen menandakan tanggal tanggal tertentu, diakhiri kata ‘bro’. seperti : ‘Family 100 bro’, ‘Pensi Bro’, ‘K3 ke bandung Bro’, dan yang terakhir kulihat adalah ‘HS koplak bro’. yap, Handshake Kokoro No Placard atau biasa disingkat HS Koplak, ditandai pada tanggal 7 Desember di kalender itu. Seketika melihat itu, saya pun terkejut.

“Loh, besok sudah HS??”.

Sebenarnya diantara semua event JKT48, event handshake-lah yang paling kutunggu – tunggu. Event yang biasa disebut dengan ‘Lebaran para wota’ ini merupakan event yang memungkinkan kita, para wota untuk bisa bersalaman, bercengkrama dengan idola atau oshinya masing – masing.

Entah kenapa saya tidak terlalu memperhatikan HS kali ini. terlalu dekat jaraknya dengan event hs gingham check mungkin, tapi entah lah. Tidak seperti event handshake yang sudah – sudah, biasanya satu minggu sebelum acara, saya sudah memegang tiketnya, sudah riset lokasi, transportasi apa saja nantinya yang dipakai untuk menuju lokasi. Tapi handshake kali ini, sama sekali tidak ada persiapan. bahkan aku belum menyiapkan gift buat oshi.

Waktu sedang menunjukkan jam 10 malam dan acaranya adalah besok jam 10 pagi. Dengan segera, aku meminjam tab temanku untuk mencari lokasi dan informasi lainnya mengenai event ini. Saya juga mengecek sesi dan jalur berapa saja yang ada Yona dan Elaine. Disitu saya baru tahu kalau ternyata sesi 3 dan sesi 5 Elaine sudah sold out. Tersisa sesi 1, jam 10:00 sampai 10:30. Itu artinya saya harus sudah berangkat besok dari jam 5 subuh agar bisa sampai ke Jakarta jam segitu.

Saya langsung keluar rumah pergi ke hutan gedung K , mencari bunga dandelion untuk dijadikan gift buat Elaine. Ya, Elaine menyukai bunga ini. Saya pernah membacanya di tulisan g+ nya tentang bagaimana dia sangat menyukai bunga ini. Di hari – hari biasa bunga ini sangat mudah dijumpai di hutan gedung K . Entah kenapa ketika lagi membutuhkannya, saya tidak melihatnya. Karena gelapkah? Atau karena sedang musim hujan dan banyak angin yang meniup benih – benihnya.

Butuh waktu sekitar satu setengah jam dengan metode pencarian acak untuk menemukan bunga Dandelion yang masih memiliki benih. Ada dua sebenarnya, tapi petik satu saja sepertinya cukup. Kusimpan bunga itu hati – hati kedalam sebuah wadah tabung bekas cemilan astor lalu kubawa pulang ke rumah.

Jam sudah menunjukkan ke angka 1. Jam yang sengaja sudah kupercepat waktunya 30 menit untuk menghindari keterlambatan tapi tetap tidak efektif. Saya langsung menjatuhkan diri ke kasur, memasang alarm jam 3 subuh berharap bisa bangun jam segitu, atau jam 4 subuh, atau jam berapa saja asalkan jangan lewat jam 5 subuh.

Alarm bernada lagu First Rabbit berdendang ditengah intronya yang begitu progresif berhasil membangunkanku tempat Jam 4 subuh. Sebenarnya bukan alarm yang membangunkanku, tetapi suhu dingin pagi bandung dan hembusan angin melewati jendela yang lupa kututup sebelum tidur. Saya merasa masih kurang tidur, tapi tetap kupaksakan untuk keluar mengambil handuk dijemuran, menutup kembali jendela untuk menghalangi hawa dingin masuk, lalu pergi ke kamar mandi.

Sudah hampir satu jam saya berada dikamar mandi. Kebanyakan waktu kuhabiskan Cuma Cuma dengan merenung saja, menyiram – nyiram kaki untuk menyesuaikan diginnya air bak mandi dipagi buta.

Dengan segera saya menyelesaikan ritual mandiku dengan penuh perjuangan. Rasa ngantuk langsung hilang. Kukeringkan badan dengan handuk, memakai baju, bersiap siap, lalu bergegas ke tempat pengambilan Bus jurusan Jakarta. Tidak lama Bus yang ditunggu tiba, penumpangnya tidak terlalu banyak. Saya mengambil tempat duduk dibagian kiri yang berkursi tiga dekat jendela. Terdapat kertas dijendela menginformasikan tarif baru Bus setelah kenaikan harga BBM. Ongkos Bis langsung kubayar di depan saat kondektur melewati kursiku.

“Bang, saya bayar duluan aja bang. Mau tidur soalnya. Nanti kalo sudah di Pasar Rebo bangunin ya bang!”

Bapak kondektur langsung memberiku tiket. Saya kembali duduk, entah kenapa rasa ngantuk menyerang kembali. Mataku langsung terlelap dengan segera setelah menyandarkan kepala dikursi yang empuk itu.

(bersambung)